Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

5 Makanan untuk Memperkuat Saluran Cerna Anak, Bunda Mesti Tahu

Kesehatan - Pencernaan adalah salah satu hal penting yang harus dijaga. Semua orang bisa terkena gangguan pencernaan, dan lebih sensitif lagi oleh anak-anak. Anda juga jangan selalu menganggap remeh masalah pencernaan. Karena dalam jangka lama masalah pencernaan bisa membuat anda mendapatkan jenis kritis lainnya. Anda juga harus mengingat banyak pula masalah pencernaan yang berujung pada kematian.

Oleh karena itu penting bagi anda memperhatikan makanan yang baik bagi pencernaan anak anda. Yang paling penting adalah makanan yang bisa memperkuat saluran cerna anak.

 Makanan untuk Memperkuat Saluran Cerna Anak

Di bawah ini adalah beberapa makanan yang bisa memperkuat saluran cerna anak anda.

1. Tempe
Tempe merupakan makanan yang berasal asli dari Indonesia. Selain mudah dijangkau dan tersedia dimana saja, tempe juga sangat mudah diolah menjadi makanan yang lezat. Namun masih banyak ibu-ibu yang tidak menyediakan tempe sebagai makanan pokok anak. Padahal, tempe memiliki banyak manfaat untuk saluran cerna anak. Ia mengandung serat yang tinggi yang dapat membantu memperlancar pencernaan. Ia juga mengandung jamur Rhizopus merupakan sejenis ‘antibiotik alamiah’ yang telah terbukti dapat membantu mengatasi diare. Jamur tersebut juga membantu penyerapan mineral di usus.

2. Ikan
Anda pasti tahu bahwa ikan merupakan sumber protein yang baik untuk anak. Protein yang ada dalam ikan lebih mudah dicerna daripada yang terkandung dalam daging sapi. Mengonsumsi banyak ikan juga bisa membantu mencerdaskan anak serta menghindari beragam infeksi dalam tubuh.

3. Sayuran hijau
Serta tentunya banyak berasal dari sayuran hijau. Serat sangat penting untuk memperlancar pencernaan. Selain serat yang tinggi, mengonsumsi sayuran hijau juga akan memberikan asupan besi dan asam folat yang baik untuk kecerdasan anak. Jenis sayuran hijau yang mudah ditemui sehari-hari seperti bayam, kangkung, brokoli, sebaiknya diberikan sebagai bagian dari makanan anak sehari-hari. Untuk menghindari rusaknya nutrisi dalam proses memasak, hindari memasak sayuran tersebut dengan suhu terlalu tinggi dalam waktu yang lama.

4. Yoghurt
Yoghurt adalah salah satu alternative yang baik bagi pencernaan. Yogurt mengandung Lactobacillus yang merupakan bakteri baik di usus. Yoghurt dapat mencegah sembelit dan baik untuk dikonsumsi saat anak mengalami diare karena infeksi. Mengonsumsi yoghurt saat diare akan meningkatkan bakteri baik di usus yang diperlukan untuk mengatasi infeksi pada pencernaan. Sebagian anak menyukai rasa asam pada yoghurt, namun sebagian lain mungkin tidak terlalu menyukainya. Bila anak tidak suka mengonsumsi yoghurt secara langsung, Anda dapat menyajikannya dalam suhu dingin atau dibuat smoothies bersama pisang, alpokat, atau buah-buahan lain kesukaan anak.

5. Buah, agar-agar, dan makanan tinggi serat lainnya
Anda bisa mengumpulkan beragam makanan berserat lainnya yang bisa anda gunakan untuk makanan anak anda. Seperti buah, agar-agar dan juga beragam sayuran hijau. Dengan mencampurkan seluruh jenis ini, maka pencernaan anak anda bisa terjaga.
Itulah beragam jenis makanan yang bisa membantu memperkuat pencernaan anak anda.

Jumat, 01 April 2016

Panduan untuk Menjaga Asupan Nutrisi dari Susu pada Anak

Blog Kesehatan - Tubuh kita memerlukan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan kita. Karenanya, kita dianjurkan untuk sebisa mungkin mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Nutrisi yang baik dan alami dapat diperoleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Dengan syarat bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sehat, bersih dan bergizi. Selain itu, tubuh kita juga memerlukan gizi yang terkandung di dalam susu. Terdapat berbagai macam mineral yang terkandung di dalam susu. Salah satu gizi yang sangat diperlukan tubuh adalah kalsium. Apalagi, gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak dalam mendukung proses pertumbuhan. Oleh karena itu, asupan nutrisi dari susu pada anak-anak perlu dijaga. 

Di Indonesia, kita sering mendengar tentang kasus kematian anak-anak akibat busung lapar karena kekurangan gizi. Faktor perekonomian yang menyebabkan mereka harus menderita kekurangan gizi. Hal tersebut diperburuk dengan kondisi dimana anak-anak kesulitan mendapatkan nutrisi dari susu yang bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi.

Baca juga : Tips Mendidik Anak Agar Rajin Membaca

Kekurangan nutrisi dari susu akan mengakibatkan resiko terjadinya riketsia. Riketsia merupakan penyakit yang dapat menyebabkan tulang menjadi lunak sehingga anak mengalami kesulitan untuk tumbuh tinggi, kesulitan untuk menekuk kaki, serta mengalami kelemahan pada bagian otot. Akibatnya, pertumbuhan anak menjadi terhambat. Berikut panduan yang direkomendasikan untuk menjaga asupan nutrisi dari susu:

Menjaga Asupan Nutrisi dari Susu pada Anak

Panduan Sehat untuk Menjaga Asupan Nutrisi dari Susu Anak



1. Anak usia 2-3 tahun disarankan minum 2 gelas susu (472 ml) dalam sehari
2. Anak usia 4-8 tahun disarankan minum 2,5 gelas susu (591 ml) dalam sehari
3. Anak usia 9 tahun ke atas dianjurkan minum 3 gelas susu (710 ml) dalam sehari

Seperti yang telah dijabarkan pada paragraf sebelumnya bahwa susu memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang sehingga mendukung pertumbuhan anak. Gizi yang terkandung di dalam susu antara lain adalah kalsium dan vitamin D. 

a. Kalsium
Kalsium merupakan zat penting yang berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang dan mengontrol otot serta saraf di dalam tubuh. Anak yang kekurangan kalsium memiliki ciri-ciri, yaitu badan terasa lemas, kaku otot, nafsu makan menurun, serta mengalami gangguan irama jantung. Untuk mencegah terjadinya gejala kekurangan kalsium, anak-anak dianjurkan untuk menjaga asupan kalsium harian. Asupan kalsium per hari untuk anak usia 1-3 tahun adalah 700 mg, usia 4-8 tahun sebanyak 1000 mg, sedangkan usia 9-18 tahun sebesar 1300 mg.

Lihat : Cara Mendidik Anak Agar Berperilaku Baik

b. Vitamin D
Selain berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang, vitamin D berguna untuk pertumbuhan sel, saraf, dan sistem imun di dalam tubuh. Anak yang kekurangan vitamin D akan mengalami gejala berupa timbul kejang dan gangguan jantung kardiomiopati, badan lemas, nyeri otot, nyeri tulang, serta resiko asma, patah tulang dan pembentukan gigi meningkat. Asupan vitamin D yang dianjurkan untuk anak usia di bawah 1 tahun adalah 400 IU (10 mcg), sedangkan anak berusia di atas 1 tahun membutuhkan sebanyak 600 IU (15 mcg).

Beberapa panduan untuk menjaga asupan nutrisi anak di atas, diharapkan mampu mengatasi masalah gizi pada anak. Selain itu, kita perlu menjaga dan mengontrol konsumsi susu secara teratur sehingga dapat memberikan asupan nutrisi yang cukup pada anak. Sehingga, anak-anak mengalami masa pertumbuhan yang baik dan terhindar dari penyakit busung lapar. 

Kamis, 28 Januari 2016

4 Cara Perawatan Sehari-Hari Bayi Tanpa Ribet

Kesehatan Bayi - Perawatan untuk bayi memang sangat perlu dipahami oleh setiap orang tua baru, baik ayah maupun ibu. Satu sama lain harus bersinergi untuk merawat bayi dalam kesehariannya. Banyak sekali yang harus diperhatikan orang tua untuk dapat merawat bayinya dengan benar, mulai dari memandikan, menjaga kebersihan badan, hingga pemotongan kuku dan merawat kebersihan alat kelamin. Sebagai orang tua baru mungkin anda sangat awam dengan hal-hal tersebut, namun anda dapat bernafas lega. Hal itu dikarenakan kali ini akan kami kupas mengenai cara melakukan perawatan bayi sehari-hari yang simple.

Perawatan Sehari-Hari Bayi
credit image : solusisehatku.com

Tips sederhana perawatan sehari-hari pada bayi


1. Sebagai orang tua baru, anda harus paham setiap langkah memandikan bayi dengan benar. Pakailah air hangat dengan suhu sekitar 40 derajat celcius. Awali dengan menyiram tubuh si bayi kemudian basuh rambutnya. Gunakan sabun pada setiap bagian, hingga bagian yang tersembunyi seperti lipatan-lipatan tertentu. Setelah itu anda dapat memasukkan bayi ke bak mandi lalu memandikannya dengan menggosok pelan tubuh bayi. Setelah selesai langsung taruh diatas handuk dan keringkan badan si bayi agar tidak merasa kedinginan.

Lihat juga : Tips Memandikan Bayi Yang Baru Lahir

2. Perawatan bayi sehari-hari yang juga harus diperhatikan adalah membersihkan alat kelamin si bayi. Jangan biarkan area ini lembab, karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Bersihkan area kelamin bayi dengan tisu basah dan beri bedak setelah buang air besar agar bayi merasa nyaman. Ketika mencuci alat kelamin bayi, lebih baik jangan menggunakan sabun. Sebab penggunaan sabun yang tidak hati-hati akan membuatnya masuk ke dalam alat kelamin dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

3. Orang tua baru ini juga perlu memperhatikan kebersihan si bayi, yakni dengan rajin membersihkan telinga, mata dan hidung si bayi. Untuk membersihkan telinga dan hidung dapat menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat.Sementara untuk membersihkan mata, cukup menggunakan kapas yang juga dibasahi dengan air hangat. Lakukan perlahan dan jangan sampai melukai kulit bayi yang masih sensitive.

Baca juga : Tips Agar Bayi Tidur Nyenyak dan Teratur

4. Rajinlah memotong kuku bayi karena pertumbuhan kuku bayi sangat cepat. Selain itu kuku yang tidak segera dipotong dapat membahayakan kulit bayi. Hal ini dikarenakan bayi mulai bergerak dan menggunakan tangannya untuk melakukan apapun. Jika anda belum sempat memotong kuku bayi, anda dapat memasangkan sarung tangan dan sarung kaki agar kuku-kuku bayi tidak melukai dirinya sendiri.

Artikel Lainnya : Cara Ampuh Mengatasi Bayi Menangis

Demikian pembahasan mengenai cara merawat bayi sehari-hari yang sangat simple namun memang tepat pengaplikasiannya. Artikel ini sangat penting untuk dipelajari terutama bagi orang tua baru yang akan segera memiliki momongan.